Kamu Guru? JANGAN ikut PembaTIK kalau gak mau...


Hati-hati membaca artikel ini, bisa membuat perubahan besar bagi seorang guru millenial seperti kamu! iaa, Kamu yang lagi baca! Yuk terus lanjutkan sampai tuntas baca nya.


Kamu guru? di zaman millenial ini tantangannya lumayan sulit lho. Penulis merasakan sekali perubahan zaman telah ikut merubah kita yang ada didalamnya untuk mengikuti perubahan kalau mau tetap eksis. Karena ibarat pepatah mengatakan, perubahan adalah hal yang pasti. 

Mengapa Penulis katakan sulit? karena para pendidik harus berkompetisi dengan menariknya dunia game online diluar sana, dengan pesatnya perkembangan teknologi, belum lagi gadget gadget seru yang sering membuktikan bahwa peserta didik kita lebih maju dan uptodate daripada pengajarnya. Pernah mengalami peserta didik lebih paham suatu aplikasi daripad gurunya? Nah itu salah satu tantangan bahwa guru harus terus berbenah dan berinovasi agar terus menjadi guru yang "tetap dipandang sebagai guru" oleh peserta didiknya. Berikut ini Penulis membagikan kiat untuk menjadi guru yang tetap terpandang. 

1. Jangan malu bertanya dan belajar

Sebagai guru, proses belajar bukan hanya kita berikan pada peserta didik. Kita sebagai pendidik pun harus tetap belajar dan bertanya. Jika kita hanya mengajar dan tidak menambah kemampuan kita, maka akhirnya kita sejatinya tidak berbagi secara sempurna, namun hanya melakuakn rutinitas. Karena ilmu pengetahuan terus berubah seiring peradaban manusia. 

2. Niatkan melakukan inovasi minimal sekali dalam satu semester.

Misalnya, semester ganjil ini saya akan mencoba mengubah strategi pembelajaran di salah satu materi, dari model pembelajaran kontekstual ke model flipped classroom, atau discovery learning, atau blended learning, dan sebagainya. Pengalaman inovasi tersebut dapat di tulis dan di dokumentasikan. dan suatu waktu, tulisan tersebut menjadi sebuah best practice atau bahkan Penelitian Tindakan Kelas. Nah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati ya. 

Perubahan atau inovasi tidak melulu hal yang besar. Kita bisa mulai dengan yang sederhana. Misalnya mengadakan riset kecil tentang game online yang sedang marak dan ngehits, baca sekilas dan adopsi dalam proses pembelajaran. Adopsi itu sudah termasuk dalam inovasi juga lho. 

3. Update pengetahuan dengan info terkini

Saat ini, telah menjamur webinar series dan video video pembelajaran yang diluncurkan oleh berbagai instansi. Mari kita gunakan webinar tersebut sebagai  wadah meng update pengetahuan. Kita ahrus bersyukur dengan adalnya teknologi, kita dapat mengakses ilmu dari seorang Profesor melalui webinar nya. Kita tidak perlu mendatangi sang Profesor atau tidak perlu membaca buku-buku tebal nya, namun hanya dengan mengikuti webinar dalam beberapa jam, ilmu kita sudah bertambah. 


4. Ikuti Pelatihan yang Bermutu seperti PembaTIK.

Mengapa saya katakan pelatihan bermutu? Karena Penulis telah melalui PembaTIK dari level 1 sampai dengan level 4 tahun 2020, dan sangat bersyukur, telah mendapatkan berbagai ilmu dan pengalaman yang nyata dibutuhkan dalam profesi sebagai guru. Misalnya di level 1, ternyata Penulis menyadari bahwa membuat media pembelajaran tidak boleh asal comot dari internet, ada hal cipta disana. Di level 2 Penulis mendapat ilmu bagaimana membuat vlog dan mengedit video . Pengalaman dan pembelajaran yang sangat berguna untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video di masa setelah pelatihan. Di level 3 Penulis mendapatkan ilmu membuat Media Pembelajaran Interaktif (MPI) dan sederet ilmu tentang video editing, produksi video, dan sebagainya. Di level 4 Penulis mendapatkan pengalaman tak kalah seru, dimana bertemu dengan 30 teman se provinsi yang memiliki kompetensi sangat baik dan berbagi pengalaman. Bahkan, keasyikan menulis kembali blog Penulis yang sudah "mati suri" sejak tahun 2013 Penulis dapatkan kembali. Ceritanya, CLBK, cinta lama menulis blog bersemi kembali. 

Klik link ini untuk menuju Simpatik  jika ingin mendaftar ke pelatihan bermutu. 

Sekian tulisan Penulis hari ini, semoga bermanfaat bagi semua Pembaca setiawan dan setiawati. Salam rumah belajar!

 

Komentar