Tips Berbagi Ilmu Melalui Media Video Conference

Pemanfaatan Media Conference sebagai Media Berbagi
Prof. Richardus Eko Indrajit

Kuliah Umum Pembatik Level 4

Jumat, 14 September 2020

 


Halo Pembaca sekalian terkhusus guru inovatif Indoensia, tulisan ini adalah risalah singkat dari pemaparan Prof. Richardus Eko Indrajit dalam kuliah umum pembaTIK level 4 2020. Semoga bermanfaat, selamat membaca.

 Pemaparan diawali dengan pertanyaan: banyak guru Indonesia memiliki ilmu yang banyak,tapi bagaimana caranya agar sharing ilmu efektif? maka pada zaman ini, salah satu strategi yang sangat jitu adalah berbagi. Dalam berbagi tentunya tidak lepas dari media sebagai sarana untuk berbagi. 



Mengapa berbagi? Karena nilai sebuah media social /internet sangat bergantung jika penggunanya berbagi. Dan jika kita berbagi, maka manfaat ilmu akan lebih terasa oleh banyak orang.

Cara menabung yang paling mudah adalah berbagi. Dengan berbagi maka anda akan dikenang sampai anak cucu.

Dengan berbagi maka anda akan dikenang sampai anak cucu. Ada masanya kita akan meninggalkan dunia ini. Namun apabila kita meninggalkan suatu karya berbagi, maka hasil karya tersebut akan terus bertahan dan dikenang sepanjang masa. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan content yang dishare nya sepanjang hidupnya sebagai jejak digital. 

Bisakah kita dikenang anak cucu kita? Bisa, maka berbagilah agar dikenang lebih lama dan lebih luas. Agar berbagi lebih efektif, tentu saja kita perlu memikirkan media apa yang digunakan. Maka, pada zaman milenial ini salah satu pilihan yang tepat adalah teleconference. Nah bagaimana kiat dalam menggunakan tele conference sebagai media berbagi? Yuk kita teruskan membaca.



Strategi Media

Tantangan dalam teleconference:

  • Waktu yang terbatas, ilmu banyak yang mau dishare, tapi waktu terbatas.2.

  •    Jaringan

4.        Tips/kiat berbagi content dalam teleconference:

  1.     Tujuannya membuat mereka melakukan, bukan sekedar menyampaikan pesan. Misalnya buat audiens langsung melakukan sesuatu,melambai,dan sebagainya.

        Tidak hanya memberikan pesan tapi usahakan mereka bisa melakukan sesuatu


 2.       Sesuaikan fitur fitur video conference dengan karakteristik audiens. Tidak perlu semua ratusan peserta tampilkan wajahnya (hidupkan kamera) KECUALI pada saat reuni. Jauh hari harus rencanakan settingannya bagaimana, aturan mainnya, dsb. Ada banyak model berbagi tapi harus sesuaikan dengan audiens dan acara nya.


3.       Pikirkan bagaimana umpan baliknya

 Interaksi yang kita lakuakan juga sebaiknya dapat ditindak lanjuti, atau ada umpan balik dari siswa. kita tidak hanya berinteraksi pada teleconference lalu terputus disitu saja. Namun sebaiknya kita mengharapkan danya umpan balik sebagai respon dari teleconference tersebut. umpan balik sebaiknya adalah hal yang dapat dilakukan oleh peserta didik. artinya dapat dilakukan secara mandiri setelah video conference.



  1. 4.     Daya tahan dan jendela waktu efektif.

Penelitian membuktikan orang Indonesia maksimal 30 menit. Perhatikan banyaknya materi yang akan diberikan. Lebih baik sedikit tapi bermakna.

     5.       Rekam,sehingga bisa di lihat lagi secara ulang. Sehingga lebih mudah menjadi viral.
 

Pertanyaan dan Jawaban Mengenai Kendala Pemanfaatan Media Teleconference Sebagai Media Berbagi:

Pertanyaan:  Bagaimana mengurangi paket internet/data yang banyak terpakai saat melakukan tele conference?

Jawab:

Cara mengurangi bandwith (paket kuota dalam teleconference)

1.       Matikan video.  Tips agar siswa/peserta teleconference tidak pergi atau meninggalkan teleconference meskipun video dimatikan, tiap 3 menit panggil peserta secara random.

2.       Kurangi resolusi video (lihat untuk apa tujuan memberikan video, jika sangat penting,boleh


Pertanyaan: Adalah cara lain melakukan pembelajaran jarak jauh selain teleconference?

Jawab: Ada. Dan banyak. Tinggal guru yang perlu melakukan inovasi dan kreasi untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara offline atau online. PJJ sudah ada sejak 3 tahun setelah Indonesia merdeka. Jadi banyak cara PJJ secara offline,contohnya UT.

 

Pertanyaan: Mohon berikan contoh kegiatan agar teleconference tidak terasa membosankan.

Jawaban : Lakukan ice breaking. Tips ice breaking : Jangan mainstream, misalnya coba tunjukkan wajah setengah saja. Generasi millennial suka pada hal-hal baru.

Pertanyaan: Baru – baru ini ada terdengar kabar bahwa beberapa platform teleconference tidak aman karena membocorkan data. Bagaimana tips nya agar data tetap aman meskipun melakukan teleconference dalam berbagi konten?

Jawab:

Tips agar tidak takut video conference membocorkan data pengguna

1.pilihlah platform dari perusahaan yang kredibel. Setiap perusahaan besar pasti menginginkan nama besarnya tetap kredibel. Mereka tidak akan mempertaruhkan prestise perusahaan pada kualitas produknya. Karena itu pilihlah platform dari perusahaan yang kredibel.

2. jika benar benar rahasia,gunakan Bahasa khusus yang hanya diketahui anggota tsb (sandi)

3. jika sangat amat rahasia jangan gunakan video, pakai media lain.

Pada dasarnya, yang ditakutkan adalah bukan videonya yang bocor namun yang dicari orang adalah data yang bocor, nama (username} dan password. Karena orang Indonesia kecenderungan nya satu password untuk semua akun. Itulah yang dicari orang.

Tips : password tiap akun sosmed berbeda agar akun social media kita tidak mudah di hack scammer.

 

Pertanyaan :Apakah bisa mengukur pendidikan karakter melalui teleconference?

Jawab : Tentu saja bisa. Sekali lagi, tergantung pada inovasi dan kreasi guru sehingga pendidikan Karakter tetap bisa dilakukan dengan video conference. Berikut adalah contoh penilaian karakter pada teleconference: pada teleconference, guru meminta siswa untuk ketikkan nama 3 orang yang ia benci. Lalu guru meminta alamat email teman siswa tersebut. Lalu guru memberi waktu selama beberapa waktu tertentu untuk memaafkan temannya yang ia benci untuk memastikannya, guru mengadakan teleconference pada siswa dan temannya tersebut. Jika mereka telah saling memaafkan maka pasti dapat dinilai pada saat teleconference tersebut. Ini hanya salah satu contoh penilaian karakter. Guru dapat mengembangkan Teknik lain yang sekitranya dapat dilakukan dalam teleconference.  

Karakter bukan untuk diajarkan tapi dilakukan.

 Pertanyaan :  Bagaimana metode belajar yang  baik menggunakan teleconference?

Jawab : PJJ dengan teleconference bisa dilakukan dengan flipped classroom.

 Sebagai penutup, pembelajaran secara online dapat dilakukan dengan baik dan menarik selama guru mau berbagi dan berinovasi. Maju Pendidikan Indonesia.  

Seperti apa anda ingin dikenang,seperti itulah anda berbagi. 


Komentar

  1. Mantap dan sempurna kesimpulan materi kuliahnya,semangat buk

    BalasHapus
  2. Mantap dan sempurna kesimpulan materi kuliahnya,semangat buk

    BalasHapus
  3. Mantap dan sempurna kesimpulan materi kuliahnya

    BalasHapus
  4. Lanjutkan ma'am. Semangat👍💪

    BalasHapus
  5. Mantap dan sempurna kesimpulan materi kuliahnya

    BalasHapus
  6. Mantab buk, bisalah jdi bahan mateti untuk dsamapaikan k sekolah saya

    BalasHapus
  7. Semangat... jadi pengin ikutan nulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bu, jom menulis, dari pengalman yang paling berkesan, menyedihkan, bahagia. Juga bisa #asmanadia he he hr

      Hapus

Posting Komentar