PRAKTIK BAIK PEMANIS (PENGGUNAAN MEDIA INFOGRAFIS) DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS UNTUK MENGATASI LEARNING LOSS PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS 




1. Diagnosis Terhadap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pada awal tahun 2019, pandemic covid 19 telah melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Hampir semua bidang mengalami penyesuaian termasuk bidang Pendidikan yang dengan terpaksa melakukan kebijakan belajar dari rumah. Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, pada pertengahan tahun 2020 keadaan mulai pulih dan dunia Pendidikan mulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar setiap insan Pendidikan tetap sehat.

Pertemuan tatap muka terbatas sangat ditunggu oleh semua guru dan siswa mengingat kurang efektifnya pembelajaran jarak jauh yang telah dilaksanakan selama setahun sebelumnya. Terbatasnya fasilitas gawai dan jaringan internet di daerah kecamatan Pusako dan pada sebagian besar siswa SMP N 1 Satu Atap Pusako membuat belajar jarak jauh menjadi tidak maksimal.

 

2. Perencanaan Pertemuan Tatap Muka Terbatas Untuk Mengatasi Learning Loss

Proses PTMT diawali dengan persiapan-persiapan yang dianggap perlu, yakni penyesuaian jadwal pelajaran yang sesuai dengan aturan Bupati Siak. Sebelum PTMT, satu jam pelajaran berdurasi 40 menit, selama PTMT, satu jam pelajaran menjadi 20 menit. Selain itu, guru melakukan penyusunan Rancangan Proses Pembelajaran yang disesuaikan dengan alokasi waktu dan kurikulum nasional yang disederhanakan dengan tetap memperhatikan materi esensial dari setiap Kompetensi Dasar.

Kemudian, sekolah mengadakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan baik pada orang tua / wali murid maupun pada seluruh guru dan tenaga kependidikan di SMP N 1 Satu Atap Pusako.

3. Pelaksanaan PTMT untuk Mengatasi Learning Loss

Pelaksanaan PTMT selalu dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Sesuai jadwal yang diberikan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap hari.

Pendekatan yang dilakukan adalah metode kelas terbalik (flipped classroom).Metode ini paling sesuai untuk pembelajaran di SMPN 1 Satu Atap Pusako, dimana siswa diberikan materi dan beberapa pertanyaan untuk dipelajari dirumah sebelum didiskusikan disekolah.

Dengan keterbatasan waktu selama PTMT, pada awalnya guru memberikan media video pembelajaran agar dapat dipelajari berulang-ulang oleh siswa dirumah. Diharapkan ketika siswa memahami konsep-konsep pokok maka siswa dapat memahami materi belajar. Namun pada kenyataannya, metode ini belum memberikan hasil maksimal. Tantangan yang mengurangi hasil dan proses belajar dengan media video pembelajaran adalah beberapa siswa tidak selalu memiliki kuota internet untuk mengakses video secara online. Hambatan lain adalah siswa tidak dapat memahami isi video karena terlalu cepat. Dari umpan balik ini maka guru bergerak dengan hati, memikirkan solusi lain agar tidak terjadi learning loss pada siswa.

4. Evaluasi Implementasi PTMT

Evaluasi yang dilakukan adalah berupa umpan balik dari siswa yang menyatakan belum bisa belajar maksimal dengan menggunakan media video. Guru juga mengobservasi dan mengevaluasi jalannya pembelajaran menggunakan media video. Pada akhirnya guru mendapatkan solusi untuk mengurangi kuota internet dan dapat dipahami secara perlahan oleh siswa. Solusinya adalah PEMANIS (penggunaan media infografis). Infografis adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis (sumber: Wikipedia). Pemanis diaplikasikan sebagai pengganti media video pembelajaran yang diberikan diawal proses belajar yang menggunakan metode flipped classroom.

Setelah menggunakan media infografis, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena peningkatan literasi digital siswa. Terlebih lagi, siswa dapat menghasilkan atau memproduksi sendiri hasil karya digital nya dalam bentuk infografis mereka sendiri.

5. Tindak lanjut PTMT

Sebagai tindak lanjut, keberhasilan penggunanaan media infografis dalam proses pembelajaran ini di dokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan di media sosial guru. Tujuan dipublikasikan agar menjadi insirasi bagi guru lain yang mengalami kendala yang sama pada saat PTMT. Praktik baik PEMANIS ini juga diterapkan pada pembelajaran Bahasa Inggris selanjutnya di SMP N 1 Satu Atap Pusako.

Sebagai penutup, guru berterimakasih pada Kemdikbudristek Dikdas yang mengadakan Apresiasi Guru Inspiratif 2021 ini sehingga memfasilitasi untuk memberikan kontribusi positif pada sesama guru dan berharap agar naskah dan media video ini dapat bermanfaat bagi dunia Pendidikan Indonesia. Bergerak dengan hati, pulihkan Pendidikan.

Pusako, 3 November 2021

Penulis

 

Ruth Everlin Sinaga,S.Pd

Komentar